“Attitude is a little thing that makes a big difference.””
― Winston S. Churchill
Pernah gak Anda menemui seseorang yang suka Nyolot? Apa sih nyolot? Nyolot menurut Yahoo umumnya digunakan oleh orang yang berbahasa betawi. "Nyolot" adalah expresi yang ditunjukan seseorang pada waktu menyampaikan kehendak atau argumentasinya secara emosi dan memaksa kepada lawan bicaranya. Ekspresi ditunjukan dengan mimik muka yang tegang, urat leher menonjol serta mata yg melotot. "Nyolot" ini muncul sebagai reaksi atas penolakan atau ketidak setujuan lawan bicara atas pendapat atau argumentasi yg disampaikan oleh orang yang nyolot tersebut.
Jika sebelumnya saya membahas mengenai Baper yang biasanya menghinggapi orang-orang berkepribadian melankolis, maka kali ini kita bicara tentang karakter Nyolot. Nyolot biasanya dimiliki orang-orang dengan kepribadian Koleris. Ini adalah lawan dari karakter Melankolis. Kelebihan orang tipe koleris biasanya berani, sistematis, mempunyai strategi dan berani mengambil resiko. Dia juga mandiri dan sangat rasional.
Dikehidupan sehari-hari ada orang-orang yang senangnya berkonfrontasi. Misalnya begini, ketika salah satu dari teman, misalnya si A mengatakan sesuatu. si B mengomentari dengan ..”oh gitu ya? Bla bla bla”. Tapi si Nyolot biasanya gak akan langsung setuju. Si Nyolot akan berupaya sekuat tenaga untuk mematahkan pendapat Si A, misalnya dengan begini; …”ah salah itu.” Atau “Jangan kayak gitu” atau kalimat-kalimat penolakan lainnya.
Dalam pergaulan, mungkin tidak ada yang berani memberi tahu kalau sifat ini bikin tidak enak. Apalagi si Nyolot biasanya juga gampang marah kalau diberi nasihat dan mudah esmosi.
Si Nyolot selalu menganggap dirinyalah yang betul dan orang lain salah. Akhirnya daripada bikin suasana gak enak orang disekelilingnya biasanya mengalah dengan cara diam. Si Nyolot juga sering bersikap defensive. Berprasangka buruk pada orang lain dan sangat anti disalahkan. Dia akan melakukan apa saja untuk mengatakan bahwa sikapnya adalah benar. So jika kamu merasa diri kamu suka nyolot ada solusinya nih :
1. Seringlah beristigfar. Dengan beristigfar kita akan selalu diingatkan bahwa sifat nyolot itu tidak bagus dan gak nguntungin.
2. Seringlah tersenyum. Ketika bibir tersenyum saraf-saraf dikepala kita akan mengendur dan sangat sulit dan tidak singkron jika kita tersenyum sambil nyolot.
3. Seringlah membaca. Dengan banyak membaca wawasan Anda akan lebih luas, sampai secara tak sengaja akhirnya menemukan tulisan-tulisan seperti ini…hehehe
Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Nyolot bukanlah Kutukan! Kita punya kendali sepenuhnya atas apa yang akan kita lakukan...
"Kebahagiaan hidup sejatinya adalah jika memberikan makna dan kebahagiaan bagi orang lain"
06 Agustus 2016
27 Juli 2016
BAPER
“As long as you look for someone else to validate who you are by seeking their approval, you are setting yourself up for disaster. You have to be whole and complete in yourself. No one can give you that. You have to know who you are - what others say is irrelevant.”
― Nic Sheff.
Baper menurut Kitab Gaul berarti Bawa Perasaan yaitu semacam perasaan yang datang secara tidak sengaja dan bila dilanjutkan bisa menimbulkan komplikasi berkelanjutan. Misalnya aja di sebuah percakapan kadang tercetus omongan seperti ini. “ah lu mah baperan sich”…atau “yaelah gitu aja baper, liat kucing aja langsung inget mantan”, atau mau yang lebih drama… “emang kadang kenangan yang bikin sedih tapi itu kenyataan. Kenyataan kalo kamu lebih bahagia sama dia daripada sama aku ..hiks”.
Baper biasanya menghinggapi orang-orang yang berkepribadian Melankolis. Si melankolis ini mempunyai rasa empati yang tinggi, tak jarang kalau ada temen yang ada masalah dialah orang pertama yang merasakannya. Dia adalah pendengar yang baik. selain berempati, melankolis juga romantis banget, dan biasanya jago banget bikin puisi.Kelebihan si Baper Melankolis selain sangat serius, analitis, mau mengorbankan diri dan idealis dia juga mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi. Oh iya dia juga pelit eh hemat maksudnya. Punya standard tinggi dan perfeksionis. Mantep nih kalo dijadiin karyawan.. Hehehe..
Secara pribadi sebenernya saya kurang setuju dengan penggolongan kepribadian yang ada diliteratur-literatur ilmu psikologi. Bukan apa-apa karena kenyataannya sifat manusia itu dinamis. Gak statis disuatu kelompok dari awal sampai akhir. Diperjalanannya pasti ada pengaruh sifat-sifat lain. Jadi gak bisa seseorang misalnya punya kepribadian Plegmatis, Melankolis, Sanguinis, atau Koleris seratus persen pleg dari lahir sampai mati. Tentu ada sedikit pengaruh diantara type-type kepribadian itu satu sama lain. Hanya kalo bicara mana yang paling dominan tentu saja bisa.
Baper bisa juga karena pengaruh kondisi, misalnya baru putus sama pacar, atau yang paling umum adalah ketika kondisi ekonomi lagi susah. Baru di PHK dari tempat kerja misalnya. Istilahnya jangan suka ganggu orang susah. Orang lagi susah itu gampang tersinggung. Orang ngomong apa, diterimanya apa. Orang ngobrolin pesta-pesta dia langsung ngenes. Ada yang pake mobil baru di ngelus dada. Ada yang punya bini muda dia nelangsa..hehehe.
Semua orang pasti pernah ngalamin yang namanya posisi dibawah. Posisi lagi jatuh ketimpa tangga. Biasanya saat-saat seperti ini gampang banget tuh yang namanya baper melanda. Diajak reunian malu. Diajak ketemuan takut. Kalo cuma khawatir gak bisa tampil keren doang sich gapapa tapi kadang kekhawatirannya bisa bererot beranak-pinak. Khawatir nanti dikasihani..Khawatir ini khawatir itu. Padahal masih banyak tuch teman yang tulus sayang sama kita. Gak melihat keren atau katronya kita dikondisi saat ini atau masa datang. Percaya deh. Saat nulis ini sayapun sangat pantas untuk Baper. Tapi saya memilih untuk tetap tegar. Tetap mengangkat wajah sambil berkata.. Inilah aku. Aku apa adanya…hehehe... Lebay!
Baper menurut Kitab Gaul berarti Bawa Perasaan yaitu semacam perasaan yang datang secara tidak sengaja dan bila dilanjutkan bisa menimbulkan komplikasi berkelanjutan. Misalnya aja di sebuah percakapan kadang tercetus omongan seperti ini. “ah lu mah baperan sich”…atau “yaelah gitu aja baper, liat kucing aja langsung inget mantan”, atau mau yang lebih drama… “emang kadang kenangan yang bikin sedih tapi itu kenyataan. Kenyataan kalo kamu lebih bahagia sama dia daripada sama aku ..hiks”.
Baper biasanya menghinggapi orang-orang yang berkepribadian Melankolis. Si melankolis ini mempunyai rasa empati yang tinggi, tak jarang kalau ada temen yang ada masalah dialah orang pertama yang merasakannya. Dia adalah pendengar yang baik. selain berempati, melankolis juga romantis banget, dan biasanya jago banget bikin puisi.Kelebihan si Baper Melankolis selain sangat serius, analitis, mau mengorbankan diri dan idealis dia juga mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi. Oh iya dia juga pelit eh hemat maksudnya. Punya standard tinggi dan perfeksionis. Mantep nih kalo dijadiin karyawan.. Hehehe..
Secara pribadi sebenernya saya kurang setuju dengan penggolongan kepribadian yang ada diliteratur-literatur ilmu psikologi. Bukan apa-apa karena kenyataannya sifat manusia itu dinamis. Gak statis disuatu kelompok dari awal sampai akhir. Diperjalanannya pasti ada pengaruh sifat-sifat lain. Jadi gak bisa seseorang misalnya punya kepribadian Plegmatis, Melankolis, Sanguinis, atau Koleris seratus persen pleg dari lahir sampai mati. Tentu ada sedikit pengaruh diantara type-type kepribadian itu satu sama lain. Hanya kalo bicara mana yang paling dominan tentu saja bisa.
Baper bisa juga karena pengaruh kondisi, misalnya baru putus sama pacar, atau yang paling umum adalah ketika kondisi ekonomi lagi susah. Baru di PHK dari tempat kerja misalnya. Istilahnya jangan suka ganggu orang susah. Orang lagi susah itu gampang tersinggung. Orang ngomong apa, diterimanya apa. Orang ngobrolin pesta-pesta dia langsung ngenes. Ada yang pake mobil baru di ngelus dada. Ada yang punya bini muda dia nelangsa..hehehe.
Semua orang pasti pernah ngalamin yang namanya posisi dibawah. Posisi lagi jatuh ketimpa tangga. Biasanya saat-saat seperti ini gampang banget tuh yang namanya baper melanda. Diajak reunian malu. Diajak ketemuan takut. Kalo cuma khawatir gak bisa tampil keren doang sich gapapa tapi kadang kekhawatirannya bisa bererot beranak-pinak. Khawatir nanti dikasihani..Khawatir ini khawatir itu. Padahal masih banyak tuch teman yang tulus sayang sama kita. Gak melihat keren atau katronya kita dikondisi saat ini atau masa datang. Percaya deh. Saat nulis ini sayapun sangat pantas untuk Baper. Tapi saya memilih untuk tetap tegar. Tetap mengangkat wajah sambil berkata.. Inilah aku. Aku apa adanya…hehehe... Lebay!
Langganan:
Postingan (Atom)