16 Maret 2014

Inovasi atau Mati!

"Innovation is not the result of chance, it's the result of action. It's NOT a thing to wait for. It's a thing to do.".


Sudah lama sebenarnya saya ingin menulis tema ini, lebih tepatnya sejak masih melakoni profesi sebagai entrepreneur beberapa tahun silam. Profesi sebagai entrepreneur mengharuskan saya membagi perhatian dibidang-bidang diluar bidang akuntansi yang selama kurun waktu sebelumnya saya jalani. Menjadi entrepreneur mengharuskan saya memahami SDM, Purchasing, Produksi, dan Marketing meski terbatas garis besarnya saja. Kalimat “Inovasi atau Mati” pernah dijadikan judul bukunya Renald Khasali, salah satu pakar manajemen marketing negeri ini. Terdengar seram ya? hehehe...


Pengalaman saya bekerja pada beberapa perusahaan yang berbeda konsep manajemen (Amerika dan Jepang) memberi bukti bahwa nilai-nilai Inti Perusahaan (Corporate Values) yang dilaksanakan secara terus menerus dengan disiplin kuat menghasilkan kesuksesan Perusahaan. Masih segar dalam ingatan ketika penulis menjadi presentator Gusus Kendali Mutu (Quality Control Circle) di Suzuki Indonesia yang menerapkan Konsep Kaizen dimana Manajemen Jepang selalu melibatkan karyawan dalam semua tingkatan untuk penerapan kebijakan akhir. Sistem Kaizen dijadikan Ruh Perusahaan yang mengharuskan perbaikan secara terus menerus (Continuous Improvement)..


Pengalaman menarik terkait dengan konsep manajemen adalah ketika penulis berkesempatan bekerja pada Sarku Japan di Seattle USA, perusahaan jepang yang berkantor pusat di Kanada ini memiliki lebih dari 200 cabang diseluruh Negara bagian Amerika, konsep manajemennya adalah perkawinan antara konsep manajemen Timur dan Barat. Sarku Japan sama seperti kebanyakan perusahaan besar di Amerika,disiplin dalam hal menjalankan Standard Operation Procedure (SOP) tapi dalam waktu yang sama juga melakukan perbaikan terus menerus dan berinovasi, perbaikan dengan terus menggulirkan inovasi disemua sektor. Dalam perusaahaan semua bagian saling terkait satu sama lain, dimana keberhasilan merupakan usaha optimal dari semua lini. mulai dari SDM, Budgeting, Purchasing, Inventory Control, Product Quality sampai Marketing dan Accounting Finance. Satu divisi mengalami kegagalan akan berimbas kepada divisi lainnya..


Setiap perusahaan memiliki Corporate Value yang menjadi Ruh perusahaan. Bahwa keberhasilan perusahaan bukan hanya terletak pada satu divisi saja, Ini bermakna bahwa setiap personil dari departemen-departemen yang diperusahaan memiliki peran atau kontribusi yang sama pentingnya. Kita mengenal Internal Marketing yang dalam pelaksanaanya harus dilakukan seluruh bagian yang ada di perusahaan. Tidak boleh ada kalimat “ Oh itu bukan urusan saya….atau Ooh itu mah tanggung jawab departemen X.” Sebagai contoh sederhana; ketika ada telephone masuk, maka pada dering ketiga jika masih berbunyi maka setiap orang yang ada dikantor harus berasumsi telephone yang masuk adalah dari calon customer. Memang benar tugas itu adalah tugas resepsionis. Tapi dampak dari telephone yang bordering di jam kerja tanpa ada yang peduli untuk mengangkatnya adalah perusahaan bisa kehilangan kesempatan penjualan dari calon pembeli..


Kembali ke tema, bahwa Inovasi bukan hanya diperlukan tapi juga diharuskan jika ingin perusahaan langgeng dan bertambah besar. Inovosi harus selalu digulirkan untuk memperbaiki dan meningkatkan semua hal yang berkait dengan kelangsungan usaha. Keharusan berinovasi juga dilandasi kenyataan bahwa konsumen semakin pintar. Mereka mudah mendapat informasi yang dibutuhkan ketika ingin menentukan pilihan memakai produk mana yang akan diambil. Mereka membeli bukan cuma merk tapi juga nilai alias value dari merk itu. Kualitas memegang peranan penting disana. Kualitas produk yang bagus yang dihasilkan bagian produksi adalah sisi penting marketing untuk jangka panjang. Perusahaan menjual produk dalam jangka pendek tapi strategi marketing dibutuhkan untuk jangka panjang, dan itu adalah tugas dari seluruh divisi yang ada..


Jika Mc Donald terkenal dengan “QCSV” nya; Quality, Cleanlines,Speed, Value to Customer lalu perusahaan-perusahaan Jepang punya Kaizen - Unlimited Improvementnya, maka Nilai apa dari perusahaan Anda yang bisa mengamankan kelangsungan usaha? Jika ingin menjawab mudah kita bisa menjawab “Allah”. Betul memang benar one hundred percent Allah SWT yang menentukan, tapi lupakah dengan Firman Tuhan :“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” [QS 13:11]…….So, berinovasilah atau ..I'm sorry to say…Mati!

12 Februari 2012

Whitney Houston in Memoriam


Pemilik suara emas itu telah pergi.Whitney Houston yang lahir di Newark, New Jersey, Amerika Serikat, 9 Agustus 1963 merupakan penyanyi wanita Afrika-Amerika pertama yang masuk ke dalam tangga lagu MTV yang pada saat itu didominasi penyanyi rock kulit putih. Lagu-laguya yang hits seperti How Will I Know, I will always love you, Saving all my love for you memenangkan grammy multiple termasuk album dan rekaman terbaik.


Lagu "The greatest love of all" yang juga dinyanyiin George Benson adalah salah satu lagu nya Whitney yang pernah nemenin gue selama ngidar ngider antara New Jersey - South Philly diawal tahun 2001-an. Temen gue si Tol Bun .awas jangan coba-coba bikin kepanjangannya ya :p ..seorang Cambodian yang namanya sempet bikin gue ngakak waktu pertama kali kenalan juga penggemar lagu-lagunya Whitney. Padahal dia juga sempet ketawa waktu gue kasih tau kalo gue gak punya nama depan. Jelasinnya agak ribet untuk single name kayak gue ternyata..hehehe


Gue sempet menemukan penyanyi Indonesia yang suaranya nyaris mendekati Whitney Houston. Dia dulu sempet rutin manggung di La Piazza bersama group bandnya. Penampilannya khas..memakai baju gombrong, pakai penutup kepala seperti jilbab yang ditutup sama topi laken. Perawakannya yang agak lebar dan pendek bikin gue namain dia sebagai si Whitney Bogel..tapi biar bogel suaranya mantap chuy..sayang penampilannya gak pernah lagi gue lihat disana..mungkin karna sakit ati gue sebut Whitney Bogel..hahahaha


Whitney Houston emang luar biasa..suaranya bisa sampe 5 oktaf..emang sih masih dibawah Mariah Carey yang nyampe 7 oktaf (beda tipis lah ama gue yang terlanjur dikasih anugerah bisa sampai 2 oktaf dengan tingkat keparauan 9)..pokoknya kalo cuman suara ember dibanting mah gak kalah deh :p.

Selamat Jalan Whitney...